Pengertian Online shop, Suplier, Reseller, dan dropshipper

47

Online shop atau bisnis online saat ini bukan lagi menjadi sesuatu yang asing bagi masyarakat Indonesia, baik yang dalam kesehariannya menggunakan internet ataupun tidak. Adapun definisi online shop, adalah suatu proses pembelian barang atau jasa dari mereka yang menjual barang atau jasa melalui internet dimana antara penjual dan pembeli tidak pernah bertemu atau melakukan kontak secara fisik yang dimana barang yang diperjualbelikan ditawarkan melalui display dengan gambar yang ada di suatu website atau toko maya. Setelahnya pembeli dapat memilih barang yang diinginkan untuk kemudian melakukan pembayaran kepada penjual melalui rekening bank yang bersangkutan. Setelah proses pembayaran di terima, kewajiban penjual adalah mengirim barang pesanan pembeli ke alamat tujuan.

Pengoperasian Online shop

Dalam Online shop terdapat tingkatan-tingkatan dalam pengoperasian online shop, yaitu :

1) Pengertian Suplier.

Supplier adalah pihak yang menyediakan, menyalurkan dan memasarkan suatu produk tertentu.

2) Pengertian Reseller.

Reseller adalah orang atau pihak yang menjual kembali produk orang lain atau supplier dimana reseller ini berdiri sendiri atau bukan merupakan pegawai dari si supplier.

3) Pengertian dropshipper

Dropshipper tidak melakukan stock barang, mereka hanya memamerkan atau memajang gambar/foto kepada calon pembeli. Jika ada yang mau membelinya, maka barang dikirim dari supplier ke konsumen secara langsung, namun atas nama dropshipper. Beberapa keuntungan dropshipper, yaitu :

  • Dropshipper mendapat untung atau fee atas jasanya memasarkan barang milik
  • Tidak membutuhkan modal besar untuk menjalankan sistem ini.
  • Sebagai dropshipper, Anda tidak perlu menyediakan kantor dan gudang barang.
  • Dapat terbebas dari beban pengemasan dan distribusi produk.

Salah satu faktor penting dalam pengoperasian online shop adalah faktor etika saat memilih produk yang akan dijual. Beberapa kategori produk yang dapat dijual dan memiliki penjualan retail terbanyak, yaitu (Laudon: 2009, 6-23 dalam Prasetio, 2012: 22) :

  • Barang kebutuhan sehari-hari
  • Pakaian
  • Barang elektronik
  • Kebutuhan kantor
  • Aksesories
  • Buku/CD/VCD
  • Peralatan rumah tangga
  • Produk Handmade
  • Makanan
  • Produk Kesehatan
  • Perhiasan
  • Alat olah raga

Sedangkan di Indonesia, riset yang dilakukan Veritrans dan DailySocial juga menunjukan banyak kemiripan mengenai produk-produk primadona yang dijual melalui internet di Indonesia, berikut daftar produknya yang paling populer (Prasetio, 2012: 22) :

  • Fashion
  • Travel booking
  • Musik/Video/Game
  • Elektronik
  • Buku

Ada beberapa cara untuk menerima pembayaran pemesanan secara online, yaitu (Prasetio,2012: 32) :

1) Transfer Bank

Transfer adalah kegiatan jasa bank untuk memindahkan sejumlah dana dengan jumlah tertentu dari perintah si pemilik rekening untuk seseorang yang ditunjuk sebagai penerima transfer.

2) Jasa Pengiriman Uang secara online

Maksudnya adalah jasa pengiriman uang/penerimaan kiriman uang secara cepat yang dilakukan lintas Negara atau dalan satu negara. Dalam hal ini pengirim uang membayarkan transfer ke penerima transfer dengan mata uang yang disepakati.

3) Rekening Bersama

Rekber atau Rekening bersama adalah suatu instansi yang berperan sebagai perantara dalam terjadinya transaksi secara online.

4) COD (Cash on Delivery)

Yang dimaksud dengan COD adalah, kegiatan bertemunya penjual dan pembeli barang yang pemesanannya dilakukan secara online dan bertemunya di tempat yang telah disetujui oleh kedua pihak. Di tempat itu, penjual membawa barang yang dipesan oleh konsumen dan konsumen membayar barang yang telah dipesan.

Pada umumnya transaksi yang sering terjadi di Indonesia adalah dengan melakukan transfer bank. Hal ini ditunjukan dengan penelitian yang dilakukan oleh Veritrans dan Dailysocial yang menunjukan bahwa transfer bank adalah metode pembayaran e-commerce (Prasetio, 2012: 32).

Transaksi melalui internet selain memiliki kelebihan memudahkan para konsumen untuk bertransaksi dimana saja dan kapan saja ternyata juga mempunyai kekurangan dimana pembeli tidak bisa bertemu secara langsung dengan penjual. Hal ini membuat tingkat kepercayaan pembeli rendah untuk melakukan transaksi via internet. Tetapi keberadaan brand dan kepercayaan yang baik dari pelanggan membuat mereka para konsumen bersedia membayar dengan harga lebih untuk barang atau produk yang sama.

Untuk menghindari rendahnya tingkat kepercayaan konsumen, maka owner online shop harus melakukan (Granito,2008: 42-45):

a) Info Produk

Perlu ada informasi tentang barang yang jelas dan cukup rinci, karena calon konsumen tidak bisa langsung memegang dan melihat secara langsung barang yang akan dibeli. Informasi ini mencakup foto produk, pilihan warna

dengan menggunakan foto, info ukuran produk, info bahan dan info pengecekan jumlah barang yang tersedia.

b) Harga yang kompetitif

Konsumen online shop biasanya akan lebih mudah membandingkan harga di suatu online shop dengan online shop yang lain atau toko offline.

c) Jasa pengiriman

Jasa ekpedisi/pengiriman seperti TIKI, JNE, POS INDONESIA termasuk beberapa jasa pengiriman barang yang direkomendasikan, karena calon pembeli dapat mengecek sendiri ongkos kirim, cek keberadaan barang sampai dimanadengan menggunakan nomor pengiriman dan estimasi sampai barang ke konsumen lewat website yang disediakan oleh ekpedisi.

d) Membuat jasa kurir sendiri

Alternatif lain adalah membuat jasa kurir sendiri untuk melayani pengiriman lokal, misalnya hanya dikota JABODETABEK saja.

5) Pembayaran

Untuk pembayaran bisa ada beberapa alternatif, umumnya akan memudahkan konsumen untuk melakukan pembayaran dengan beberapa pilihan pembayaran.

6) Pengemasan.

Pengemasan (packaging) adalah salah satu ujung tombak pemasaran, bukan sekedar bungkus pelindung tetapi bagian dari pendekatan terhadap konsumen. Aspek terpenting dalam desain packaging adalah (Granito, 2008: 37-39):

  • Label, label adalah identitas produk, yang dimuat di label bisa berupa logo atau tulisan.
  • Tag, Tag dipakai untuk aksesoris merek suatu produk yang memuat harga, kode, identitas produk dan contact person produsen.
  • Kemasan, Kemasan ini adalah pemanis dari produk, dapat dibuat dari plastik, kardus atau kain. Lebih baik lagi jika dalam kemasan ini terdapat identitas prooduk. Kemasan bukan hanya sekedar bonus pembungkus untuk produk yang dibeli konsumen, tetapi sebagai pengingat dibenak konsumen sehingga memungkinkan konsumen akan membeli lagi barang produksi kita.

7) Customer Service

Customer Service harus siap dihubungi kapan saja oleh konsumen, karena belanja online tergolong hal yang baru di Indonesia. Jadi jika barang yang dipesan belum diterima dari estimasi hari yang dijanjikan oleh ekspedisi maka customer service lah yang akan dihubungi pertama kali oleh konsumen.

8) Ada keterangan update dari pemesanan sampai pengiriman.

9) Insentif untuk konsumen

Misalnya, untuk konsumen yang sering melakukan pembelian secara online di suatu online shop. Maka konsumen tersebut akan mendapatkan potongan harga untuk pembelian selanjutnya.

10) Toko Online

Toko online yang bagus, adalah yang memiliki sistem aplikasi dan sistem pelayanan yang baik. Owner harus memperhatikan sumber pendanaan per bulannya.

Etika dalam menjalankan online shop

Sebagai pengguna atau pemilik online shop wajib mengetahui bahwa sekarang di Indonesia sudah memiliki Undang-undang tentang transaksi elektronik, yaitu UU RI. No.11 th 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik dan UU RI. No.8 th.1999 tentang Perlindungan konsumen (Prasetio, 2012: 36).

Laudon (2009: 8-9 )dalam Prasetio (2012: 38-39) Beberapa etika yang bisa digunakan untuk mengevaluasi kegiatan bisnis online shop, yaitu:

1) The Golden Rule

Sebelum melakukan kegiatan bisnis online shop, para pelaku harus memposisikan diri sebagai konsumen. Cara ini akan membantu pelaku kegiatan bisnis online shop mendapatkan sudut pandang yang lebih adil bagi kedua belah pihak.

2) Universalism

Suatu tindakan yang tidak bisa diterapkan dalam segala keadaan, maka tindakan ini tidak dapat digunakan dalam keadaan tertentu.

3) Slippery Slope

Maksudnya jika dalam sebuah situasi tidak bisa dilakukan berulangkali, maka lebih baik tidak dilakukan sama sekali.

4) Collective Utilitarian Principle

Ambil tindakan yang menghasilkan nilai positif bagi komunitas kita.

5) Risk Aversion

Ambil tindakan yang mengakibatkan masalah terkecil atau potensi biaya terendah.

6) No Free Lunch

Selalu diasumsikan bahwa setiap benda baik yang berwujud maupun tidak berwujud dimiliki seseorang.

7) The New York Times Test

sumsikan bahwa hasil tindakan yang dilakukan akan menjadi artikel utama di surat kabar besar pada hari berikutnya.

8) The Social Contract Rule

Sebuah komunitas dimana prinsip yang diusulkan oleh salah satu anggotanya, didukung menjadi prinsip organisasi tersebut.

Kelebihan dan Kelemahan Online shop

Semakin banyaknya online shop dengan berbagai macam barang yang diperjualbelikan, jika ingin memesan juga dengan cara yang sangat mudah. Banyak hal yang menyebabkan seseorang lebih memilih belanja online karena memiliki banyak kelebihan. Berikut ini kelebihan online shop diantaranya :

  • Tidak terikat tempat dan waktu, terutama bagi anda orang yang sibuk sehingga tidak sempat berbelanja dengan mendatangi ketoko.
  • Banyak pilihan toko online yang menyediakan ragam produk yang anda inginkan.
  • Menghemat waktu dan tenaga, anda tidak perlu berkeliling mal atau toko, anda cukup meluangkan waktu sebentar dengan membuka internet dan tentu saja anda akan terhindar dari kemacetan jalan raya.
  • Anda dapat membandingkan produk dan harga dengan toko online lainnya, sehingga lebih banyak pilihan.
  • Proses belanja yang mudah, cukup memesan barang, dan pembayaran biasanya dapat melalui internet/mobile banking atau ATM dan tinggal menunggu barang dikirim.

Selain kelebihan ada juga Kekurangan dari belanja online, berikut ini kekurangan dari belanja online:

  • Sering terjadi penipuan barang tidak dikirim setelah dilakukan pembayaran atau transfer uang.
  • Fisik dan kualitas barang tidak sesuai dengan yang diharapkan, karena kita hanya dapat melihat melalui foto yang ada di website.
  • Dikenakan biaya transportasi atau pengiriman, sehingga ada biaya tambahan.
  • Tidak dapat melihat dan mencoba secara barang yang dipesan secara langsung.
  • Butuh waktu agar barang sampai ditempat anda karena proses pengiriman.

Kepercayaan (trust)

Untuk dapat mempertahankan hubungan jangka panjang dengan para nasabahnya, pihak bank perlu menganut konsep kepuasan pelanggan (custumer satisfaction). Agar dapat bertahan hidup dalam era e-banking, pihak bank harus mempunyai pelanggan loyal (customer loyality) yang percaya terhadap ekselensi jasa online.

Seiring maraknya kejahatan internet, seperti pembobolan akun (account hacking), faktor kepercayaan (trust) menjadi hal yang sangat penting dalam penggunaan internet banking dalam transaksi perbankan. Konsep kepercayaan ini berarti bahwa nasabah percaya terhadap keandalan pihak bank dapat menjamin keamanan dan kerahasiaan (privacy) akun nasabah. Keamanan berarti bahwa penggunaan internet banking itu aman, resiko hilangnya data atau informasi sangat kecil dan resiko pencurian (hacking) rendah. Sedangkan kerahasiaan berarti bahwa segala hal yang berkaitan dengan informasi pribadi pengguna terjamin kerahasiaannya, tidak ada pihak ketiga yang dapat mengetahuinya.

Kepercayaan (trust) memiliki pengaruh yang signifikan pada keinginan nasabah untuk terlibat dalam transaksi finansial secara online dan pemberian informasi yang bersifat rahasia (seperti kerahasiaan user id dan password, akun pribadi, dll).

Ketersediaan Fitur (feature availability)

Menurut Ainscough dan Luckett (2000), perlengkapan untuk interaktivitas nasabah adalah kriteria penting yang menarik perhatian para nasabah di dalam penyampaian jasa internet banking. Gerrad dan Cunningham (2003) juga mengidentifikasi faktor lain yang penting di dalam kesuksesan e-banking, yaitu kemampuan inovasi untuk menghadapi kebutuhan nasabah dengan menggunakan ketersediaan fitur (feature availability) yang berbeda pada website. Fitur (feature) berarti hal-hal apa saja yang dapat dilakukan oleh nasabah dengan menggunakan internet banking.

Menurut Poon (2008), terdapat beberapa bentuk yang merupakan indikator ketersediaan fitur (feature availability) suatu sistem internet banking, yaitu:

  1. Kemudahaan akses informasi tentang produk dan jasa
  2. Keberagaman layanan transaksi
  3. Keberagaman fitur
  4. Inovasi produk.

Inovasi produk berhubungan dengan ketersediaan teknologi yang sesuai, pengenalan produk yang tepat, dan pengembangan atas jasa. Contoh dari inovasi yang ada pada internet banking adalah adanya alat hitung pinjaman yang interaktif, konvertor nilai tukar, alat hitung hipotek pada website internet banking. Dengan adanya inovasi

produk berupa fitur-fitur tambahan pada website internet banking, maka diharapkan nasabah akan berminat untuk menggunakan internet banking.

Keamanan (Security)

Keamanan adalah keadaan bebas dari bahaya. Istilah ini bisa digunakan dengan hubungan kepada kejahatan, segala bentuk kecelakaan, dan lain-lain. Keamanan merupakan topik yang luas termasuk keamananan nasional terhadap serangan teroris, keamanan komputer terhadap hacker, keamanan rumah terhadap maling dan penyelusup lainnya, keamanan finansial terhadap kehancuran ekonomi dan banyak situasi berhubungan lainnya (https://id.wikipedia.org).

Keamanan berarti bahwa penggunaan internet banking itu aman, resiko hilangnya data atau informasi sangat kecil dan resiko pencurian (hacking) rendah. Untuk saat ini upaya perbankan yang mengembangkan layanan ini berupaya melindungi para pihaknya dengan membuat ketentuan yang dibentuk oleh pihak perbankan sendiri yang dikenal dengan sebutan self-regulation.

Kemudahan penggunaan (ease of use)

Davis (1989) mendefinisikan kemudahan penggunaan (ease of use) sebagai suatu tingkatan dimana seseorang percaya bahwa teknologi informasi (TI) dapat dengan mudah dipahami. Menurut

Goodwin (1987); Silver (1988); dalam Adam, et al. (1992), intensitas penggunaan dan interaksi antara pengguna (user) dengan sistem juga dapat menunjukkan kemudahan penggunaan.Sistem yang lebih sering digunakan menunjukkan bahwa TI tersebut lebih dikenal, lebih mudah dioperasikan dan lebih mudah digunakan oleh penggunanya.

Berdasarkan definisi diatas dapat disimpulkan bahwa kemudahan penggunaan akan mengurangi usaha (baik waktu dan tenaga) seseorang di dalam mempelajari TI. Perbandingan kemudahan tersebut memberikan indikasi bahwa orang yang menggunakan TI bekerja lebih mudah dibandingkan dengan orang yang bekerja tanpa menggunakan TI (secara manual). Pengguna TI mempercayai bahwa SI yang lebih fleksibel, mudah dipahami dan mudah pengoperasiannya (compartible) sebagai karakteristik kemudahan penggunaan.

Davis (1989) memberikan beberapa indikator kemudahan penggunaan TI antara lain meliputi:

  1. Teknologi informasi (TI) sangat mudah dipelajari
  2. TI mengerjakan dengan mudah apa yang diinginkan oleh pengguna
  3. Keterampilan pengguna akan bertambah dengan menggunakan TI
  4. TI sangat mudah untuk dioperasikan.

Minat (intention to use)

Minat berkaitan dengan perasaan suka atau senang dari seseorang terhadap sesuatu objek. Hal ini seperti dikemukakan oleh Slameto (2003: 180) yang menyatakan bahwa minat sebagai suatu rasa lebih suka dan rasa keterikatan pada suatu hal atau aktivitas, tanpa ada yang menyuruh. Minat pada dasarnya adalah penerimaan akan suatu hubungan antara diri sendiri dengan sesuatu di luar diri. Semakin kuat atau dekat hubungan tersebut, semakin besar minat.

Minat untuk menggunakan dapat didefinisikan sebagai bentuk keinginan nasabah untuk menggunakan atau menggunakan kembali internet banking di masa depan.

Pemasaran

Pengertian Pemasaran, Kegiatan pemasaran selalu ada dalam setiap usaha, baik usaha yang berorintasi profit maupun usaha-usaha sosial. Pentingnya pemasaran dilakukan dalam rangka untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan masyarakat akan suatu produk atau jasa. Pemasaran menjadi semakin penting dengan semakin meningkatnya pengetahuan masyarakat, dan pemasaran dilakukan dalam rangka menghadapi pesaing yang dari waktu ke waktu yang semakin meningkat.

Dalam melakukan kegiatan pemasaran suatu perusahaan memiliki beberapa tujuan yang ingin dicapai, yaitu tujuan pendek yang biasanya untuk merebut hati konsumen terutama untuk produk yang baru diluncurkan, sedangkan jangka panjang dilakukan untuk mempertahankan produk-produk yang sudah ada agar tetap eksis.

Menurut Philip Kotler, pemasaran adalah suatu proses sosial dan manajerial dengan mana individu dan kelompok memperoleh apa yang mereka butuhkan dan inginkan dengan cara menciptakan serta mempertukarkan produk dan nilai dengan pihak lain. Dari pengertian tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa pemasaran merupakan usaha untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan para nasabahnya terhadap produk dan jasa (Kasmir, 2008: 53).

Pengertian kebutuhan manusia adalah suatu keadaan di mana dirasakan tidak ada dalam diri seseorang, seperti kebutuhan akan rasa aman, lapar, haus, dan kebutuhan lainnya. Dalam praktiknya kebutuhan konsumen adalah sebagai berikut (Kasmir, 2008: 53).

  1. Kebutuhan akan produk dan jasa
  2. Kebutuhan rasa aman dalam menggunakan produk atau jasa teersebut.
  3. Kebutuhan kenyamanan menggunakan produk atau jasa.
  4. Kebutuhan untuk dihormati dan dihargai.
  5. Kebutuhan untuk persahabatan.
  6. Kebutuhan untuk diberi perhatian.
  7. Kebutuhan status.
  8. Kebutuhan aktualisasi diri.

Didalam kegiatan pemasaran terdapat lima konsep yang masing-masing konsep memiliki tujuan yang berbeda. Setiap konsep dijadikan landasan pemasaran oleh masing-masing perusahaan untuk menjalankan kegiatan pemasarannya. Adapun konsep-konsep yang dimaksud, sebagai berikut (Kasmir, 2008: 58-60) :

1) Konsep produksi.

Konsep ini menyatakan bahwa konsumen akan menyukai produk yang tersedia dan selaras dengan kemampuan mereka dan oleh karena itu manajemen harus berkonsentrasi pada peningkatan efisiensi produksi dan efisiensi distribusi.

2) Konsep produk.

Konsep produk berpegang teguh bahwa konsumen akan menyenangi produk yang menawarkan mutu dan kinerja yang paling baik serta memiliki keistimewaan yang mencolok.secara umum konsep ini menekankan kepada kualitas, penampilan, dan ciri-ciri yang terbaik.

3) Konsep penjualan.

Kebanyakan konsumen tidak akan membeli cukup banyak produk, terkecuali perusahaan menjalankan suatu usaha promosi dan penjualan yang kokoh. Dalam konsep ini kegiatan pemasaran ditekankan lebih agresif melalui usaha-usaha promosi yang gencar.

4) Konsep pemasaran.

Konsep pemasaran menyatakan bahwa kunci untuk mencapai sasaran organisasi tergantung pada penentuan kebutuhan dan keinginan pasar sasaran dan kunci kedua adalah pemberian kepuasan seperti yang diinginkan oleh konsumen secara lebih efektif dan lebih efisien dari yang dilakukan oleh pesaing.

5) Konsep pemasaran kemasyarakatan.

Konsep ini lebih menekankan pada pada penentuan kebutuhan, keinginan, dan minat pasar serta memberikan kepuasan, sehingga memberikan kesejahteraan konsumen dan masyarakat.

HIPOTESIS

Untuk hipotesis dari Online Shop, sebagai berikut :

H1 : Semakin tinggi tingkat kepercayaan (trust), maka semakin tinggi pula minat pelaku bisnis online shop(seller) untuk menggunakan layanan internet banking.

H2 : Semakin banyak fitur (feature availability) yang diberikan, maka semakin tinggi minat pelaku bisnis online shop (seller) untuk menggunakan layanan internet banking.

H3 : Semakin tinggi tingkat keamanan (security) yang diberikan pada pelayanan internet banking, maka semakin tinggi pula minat pelaku bisnis online shop untuk menggunakan layanan internet banking.

H4 : Semakin mudah penggunaan (ease to use) website internet banking, maka semakin tinggi minat pelaku bisnis online shop (seller) untuk menggunakan layanan internet banking.

H5 : Semakin tinggi peningkatan keamanan, banyaknya fitur yang diberikan, kemudahan pemakaian pada layanan internet banking dan tingginya kepercayaan pengguna layanan internet banking, maka semakin tinggi minat pelaku bisnis online shop (seller) untuk menggunakan layanan internet banking.

Kategori: Ide Bisnis, Inspirasi & MotivasiTag:
author
Tidak ada Respon

Komentar ditutup.